Aamiin Ya Rabbal Aalamiin

Showing posts with label Hikmah Dibalik Musibah. Show all posts
Showing posts with label Hikmah Dibalik Musibah. Show all posts

Dosa dan Azab Anak Durhaka


Bahaya-bahaya durhaka, azab dan dosa durhaka terhadap orang tua;

1. Haram masuk surga.
“Ada tiga jenis orang yang diharamkan Allah masuk surga, yaitu pemabuk berat, pendurhaka terhadap kedua orang tua, dan seorang dayyuts (merelakan kejahatan berlaku dalam keluargannya, merelakan istri dan anak perempuan selingkuh)” . [H.R. Nasa’i dan Ahmad].

2. Dimurkai Allah SWT.
“keridhaan Allah tergantung keridhaan orang tua, dan murka Allah pun tergantung pada murka kedua orang tua”. (H.R. al-Hakim).

3. Allah tidak menerima shalatnya.
“Allah tidak akan menerima shalat orang dibenci kedua orang tuannya yang tidak menganiaya kepadannya”. (H.R. Abu al-Hasan bin Makruf)
Ada tiga golongan yang Allah tidak menerima (amal kebajikannya) dari yang sunnah maupun yang fardhu, yaitu durhaka kepada orang tua, orang yang suka mengungkit-ungkit kebaikannya, dan orang yang mendustakan takdir”. (H.R. Thabrani).

4. Dipecat sebagai pengikut nabi SAW.
“bukan termasuk dari golongan kami orang yang diperluas rezekinnya oleh Allah lalu ia kikir dalam menafkahi keluargannya”. (H.R. ad-Dailamy).

5. Mendapat “gelar” kafir.
“jangan membenci kedua orang tuamu. Barang siapa mengabaikan kedua orang tua, maka dia kafir”. (H.R. Muslim).

6. Balasan azab dengan segera didunia.
Al-hakim dan al-Ashbahani, dari abu bakrah r.a. dari Nabi Saw, beliau bersauba,
“setiap dosa akan diakhirkan oleh Allah sekehendak-Nya sampai hari kiamat, kecuali dosa mendurhakai kedua orang tua. sesungguhnya Allah akan menyegerakan (balasan) kepada pelakunnya didalam hidupnya sebelum mati”.

7. Tidak Diampuni Dosannya.
Dari Aisyah r.a. ia berkata, Rasulullah Saw. Bersabda,
“dikatakan kepada orang yang durhaka kepada kedua orang tua, “berbuatlah sekehendakmu, sesungguhnya Aku tidak akan mengampuni. “Dan dikatakan kepada orang yang berbakti kepada orang tua, perbuatlah sekehendakmu, sesungguhnya Aku mengambunimu.” (H.R. Abu Nu’aim).

8. membatalkan Seluruh Amal.
“ada tiga hal yang menyebabkan terhapusnya seluruh amal, yaitu (a) syirik kepada Allah, (b) durhaka kepada orang tua, (c) seorang alim yang dipermainkan oleh orang dungu dan jahil”. (H.R. Thabrani).

9. Haram mencium aroma surga.
Bau surga yang radiusnya sejauh 1000 tahun perjalanan itu tak bisa dirasakan oleh orang durhaka. Benar2 dahsyat.
“sesunguhnya aroma surga itu tercium dari jarak perjalanan seribu tahun, dan demi Allah tidak akan mendapatinnya barang siapa yang durhaka dan memutuskan silaturahim”. (H.R.Thabrani).

10. Terputus rezekinnya.
“apabila seseorang tidak meninggalkan doa bagi kedua orang tuannya, maka akan terputus rezekinya”. (H.R. ad-Dailamy).
Seseorang yang Tidak mendoakan kedua orang tuanya termasuk kategori orang yang durhaka terhadap orang tuannya. Oleh karena itu, orang tua wajib mendapatkan doa dari anaknya.

11. Orang yg mendapat Kerugian besar.
“sungguh kecewa dan hina, sungguh kecewa dan hina, sungguh kecewa dan hina orang yang mendapati atau salah satunnya sampai tua, lantas ia tidak dapat masuk surga”. (H.R. Muslim).

12. Dibenci Allah.
“Barang siapa ridha kepada kedua orang tuannya, berarti ia ridha kepada Allah. Dan barang siapa membenci kedua orang tua, sungguh dia membenci Allah”. (H.R. Ibnu an-Najjar).
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~​~~~~~~~~~~

Itulah kenapa islam melarang dan melaknat anak yang durhaka kepada oang tuanya, dosa dan siksanNya sangat pedih, dosa yg menyebabkan seseorang terjungkal kedasar neraka. semoga kita dapat menjaga perilaku dari hal-hal yang dapat menjadikan kita anak yang durhaka dan mendapat laknat Allah. Naudzubillah..
“Dan rabb-mu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia, hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu-bapakmu dengan sebaik-baiknya”. (Q.S. al-Isra’ [17]: 23).

“Janganlah kamu melihat kecilnya kesalahan, tetapi lihatlah kepada maha besarNya Allah (Dzat) yang kamu tentang”.
(Az-Zahid, bilal bin Sa’ad).
Wallahu a’lam bish-Shawwab.
Demikian mudah-mudahan bermanfaat, Aamiin.
Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an-laa ilaaha illaa Anta, astaghfiruka wa-atuubu ilaika.

Wassalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Mutiara Kesabaran


Seekor tiram mutiara akan menjadi tiram yang tak memiliki nilai
apa pun bila tak ada mutiara di dalam cangkangnya. Tahukah
bagaimana caranya seekor tiram dapat menghasilkan sebutir
mutiara yang indah? Di dalam cangkangnya yang keras dipaksa-
kan masuk sebuah benda asing untuk mengganggunya. Bagi
tiram benda asing itu menyebabkan iritasi dan rasa sakit....

Begitu pula musibah yang menimpa manusia.....
semakin berat musibah yang menimpanya kelak akan menghasilkan mutiara yang semakin besar dan indah pula.
Kesabaran itu pahit untuk dikecap tapi kelak akan membuahkan keindahan yang tak ternilai.

Sabar ialah mengawal diri daripada kegelisahan dan menerima
segala dugaan, rintangan dan segala suruhan Allah dengan hati
yang tenang iaitu tidak merasa jemu dan berputus asa dalam
menghadapi kesulitan hidup. Setiap mukmin yang beriman pada
Allah imannya belum dapat diperakui sebelum diuji keimanannya
itu dan berjaya pula menghadapi dugaan tersebut di mana tiada
balasan yang lebih besar di dunia dan akhirat daripada balasan
bagi seseorang yang bersifat sabar dalam menghadapi bala
semasa di dunia.

Setiap ujian yang diturunkan oleh Allah mempunyai
hikmahnya yang tersendiri. Oleh itu untuk menjadi hamba Allah
yang dikasihi, hendaklah kita bersedia menghadapi setiap ujian
yang menimpa dengan penuh kesabaran, sebaliknya bagi seseorang yang tidak redha menerima ujian Allah, maka ia akan menjadi hamba yang dibenci serta jauh dari rahmat Allah.

Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya:
”Allah berfirman dalam hadis qudsi yang bermaksud,
”Tiada balasan bagi seseorang hamba-Ku yang telah
Aku ambil kembali kekasihnya, kemudian orang itu
mengharapkan pahala daripada-Ku melainkan orang
itu akan mendapat balasan syurga.”
(Riwayat Bukhari)

Hikmah Dibalik Musibah


Jika kita sebagai hamba Allah tidak pernah ditimpa kesulitan sedikitpun di dalam hidup ini tentu saja kita terkadang lupa diri & takabur. Allah sengaja memberikan musibah kepada kita sebagai bentuk anugerah yang luar biasa bermanfaatnya untuk kita, yaitu sebagai obat agar kita tidak terjerumus dalam kehancuran yang jauh lebih dahsyat di dunia dan di akhirat. Itulah sebabnya banyak manusia lupa diri, seolah-olah dirinya tampil hebat karena kemampuannya menghebatkan dirinya dan melupakan bahwa sesungguhnya kehebatan yang diperolehnya hanyalah sementara. Dia merasa hebat karena banyak yang memuji, terkenal, sehat, pasangan hidup yang mencintai dirinya, kekayaan. Seolah apapun bisa dilakukannya.

Bila kita dalam puncak kejayaan seperti itu, kita bisa lupa diri & lupa akan yang Maha Hebat yang telah menghebatkan dirinya, yaitu Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 'Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena kesombongan) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.' (QS. Luqman : 18).

Allah kemudian memutar roda kehidupan, orang yang diatas diputarnya sampai di bawah titik nadir. Demikian juga yang dibawah tiba waktunya diangkat oleh Allah diletakkan diatas. Semua naik & turunnya kehidupan kita agar kita senantiasa diingatkan bahwa didunia ini hanyalah sementara dan kita disadarkan tidak ada apapun yang bisa kita klaim apapun itu adalah milik kita karena semua yang dimuka ini adalah milik Allah. Inilah bukti bahwa Allah sangat menyayangi kita sebagai hambaNya, dengan diberikan musibah sebenarnya Allah ingin kita agar datang kepada Allah.

Mari kita buang jauh-jauh sifat yang bisa mengotori hati kita, membuat hati menjadi mengeras, hitam legam, hidup ini menjadi terasa berat, tidak disukai Allah dan dijauhi oleh manusia. Namun bila kita melembutkan hati dengan penuh kasih sayang, rendah hati dan bersabar, sungguh mulia dimata Allah & juga mulia dimata manusia. 'Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan 'inna lillaahi wa inna ilaihi roojiuun' (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepadaNya kami kembali). Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna & rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk.' (QS. al-Baqarah : 155-157).

Wassalam,

Sumber:M. Agus Syafii

-

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...