Aamiin Ya Rabbal Aalamiin

Showing posts with label Kisah dan Hikmah. Show all posts
Showing posts with label Kisah dan Hikmah. Show all posts

Surat dari Anak yang d'ABORSI


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarrakatuh


Teruntuk Bundaku tersayang...


Dear Bunda...


Bagaimana kabar bunda hari ini? Smoga bunda baik-baik saja...nanda juga di sini baik-baik saja bunda... Allah sayang banget deh sama nanda. Allah juga yang menyuruh nanda menulis surat ini untuk bunda, sebagai bukti cinta nanda sama bunda....


Bunda, ingin sekali nanda menyapa perempuan yang telah merelakan rahimnya untuk nanda diami walaupun hanya sesaat...


Bunda, sebenarnya nanda ingin lebih lama nebeng di rahim bunda, ruang yang kata Allah paling kokoh dan paling aman di dunia ini, tapi rupanya bunda tidak menginginkan kehadiran nanda, jadi sebagai anak yang baik, nanda pun rela menukarkan kehidupan nanda demi kebahagiaan bunda. Walaupun dulu, waktu bunda meluruhkan nanda, sakit banget bunda....badan nanda rasanya seperti tercabik-cabik... dan keluar sebagai gumpalan darah yang menjijikan apalagi hati nanda, nyeri, merasa seperti aib yang tidak dihargai dan tidak diinginkan.


Tapi nanda tidak kecewa kok bunda... karena dengan begitu, bunda telah mengantarkan nanda untuk bertemu dan dijaga oleh Allah bahkan nanda dirawat dengan penuh kasih sayang di dalam syurga Nya.


Bunda, nanda mau cerita, dulu nanda pernah menangis dan bertanya kepada Allah, mengapa bunda meluruhkan nanda saat nanda masih berupa wujud yang belum sempurna dan membiarkan nanda sendirian di sini? Apa bunda tidak sayang sama nanda? Bunda tidak ingin mencium nanda? Atau jangan-jangan karena nanti nanda rewel dan suka mengompol sembarangan? Lalu Allah bilang, bunda kamu malu sayang... kenapa bunda malu? karena dia takut kamu dilahirkan sebagai anak haram... anak haram itu apa ya Allah? Anak haram itu anak yang dilahirkan tanpa ayah... Nanda bingung dan bertanya lagi sama Allah, ya Allah, bukannya setiap anak itu pasti punya ayah dan ibu? Kecuali nabi Adam dan Isa? Allah yang Maha Tahu menjawab bahwa bunda dan ayah memproses nanda bukan dalam ikatan pernikahan yang syah dan Allah Ridhoi. Nanda semakin bingung dan akhirnya nanda putuskan untuk diam.


Bunda, nanda malu terus-terusan nanya sama Allah, walaupun Dia selalu menjawab semua pertanyaan nanda tapi nanda mau nanyanya sama bunda aja, pernikahan itu apa sih? Kenapa bunda tidak menikah saja dengan ayah? Kenapa bunda membuat nanda jadi anak haram dan mengapa bunda mengusir nanda dari rahim bunda dan tidak memberi kesempatan nanda hidup di dunia dan berbakti kepada bunda? Hehe,,,maaf ya bunda, nanda bawel banget... nanti saja, nanda tanyakan bunda kalau kita ketemu


Oh ya Bunda, suatu hari malaikat pernah mengajak jalan-jalan nanda ke tempat yang katanya bernama neraka. Tempat itu sangat menyeramkan dan sangat jauh berbeda dengan tempat tinggal nanda di syurga. Di situ banyak orang yang dibakar pake api lho bunda...minumnya juga pake nanah dan makannya buah-buahan aneh, banyak durinya...yang paling parah, ada perempuan yang ditusuk dan dibakar kaya sate gitu, serem banget deh bunda.


Lagi ngeri-ngerinya, tiba-tiba malaikat bilang sama nanda, Nak, kalau bunda dan ayahmu tidak bertaubat kelak di situlah tempatnya...di situlah orang yang berzina akan tinggal dan disiksa selamanya. Seketika itu nanda menangis dan berteriak-teriak memohon agar bunda dan ayah jangan dimasukkan ke situ.... nanda sayang bunda... nanda kangen dan ingin bertemu bunda... nanda ingin merasakan lembutnya belaian tangan bunda dan nanda ingin kita tinggal bersama di syurga... nanda takut, bunda dan ayah kesakitan seperti orang-orang itu...


Lalu, dengan lembut malaikat berkata... nak,kata Allah kalau kamu sayang, mau bertemu dan ingin ayah bundamu tinggal di syurga bersamamu, tulislah surat untuk mereka... sampaikan berita baik bahwa kamu tinggal di syurga dan ingin mereka ikut, ajaklah mereka bertaubat dan sampaikan juga kabar buruk, bahwa jika mereka tidak bertaubat mereka akan disiksa di neraka seperti orang-orang itu.


Saat mendengar itu, segera saja nanda menulis surat ini untuk bunda, menurut nanda Allah itu baik banget bunda.... Allah akan memaafkan semua kesalahan makhluk Nya asal mereka mau bertaubat nasuha... bunda taubat ya? Ajak ayah juga, nanti biar kita bisa kumpul bareng di sini... nanti nanda jemput bunda dan ayah di padang Mahsyar deh... nanda janji mau bawain minuman dan payung buat ayah dan bunda, soalnya kata Allah di sana panas banget bunda... antriannya juga panjang, semua orang sejak jaman nabi Adam kumpul disitu... tapi bunda jangan khawatir, Allah janji, walaupun rame kalo bunda dan ayah benar-benar bertaubat dan jadi orang yang baik, pasti nanda bisa ketemu kalian.


Bunda, kasih kesempatan buat nanda ya.... biar nanda bisa merasakan nikmatnya bertemu dan berbakti kepada orang tua, nanda juga mohon banget sama bunda...jangan sampai adik-adik nanda mengalami nasib yang sama dengan nanda, biarlah nanda saja yang merasakan sakitnya ketersia-siaan itu. Tolong ya bunda, kasih adik-adik kesempatan untuk hidup di dunia menemani dan merawat bunda saat bunda tua kelak.


Sudah dulu ya bunda... nanda mau main-main dulu di syurga.... nanda tunggu kedatangan ayah dan bunda di sini... nanda sayang banget sama bunda....muach!

--------------------------


STOP PACARAN and SEX BFORE MARRIED...

AVOID to ABORTION...!!!!!


Subhaanakalloohumma wa bihamdika, asyhadu allaa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.


Wassalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh


Takut Miskin di Akhirat


Mengingat harga-harga barang semakin terus meningkat, seorang pemuda selalu mengeluh kerana tak mampu mempunyai banyak wang untuk memenuhi keperluan hidupnya. Setelah belajar dengan seorang guru agama, pemuda itu pun mengikuti anjurannya untuk menjalankan solat Hajat serta tetap istiqomah melaksanakan solat wajib lima waktu.

''Ustaz, tiga tahun sudah saya menjalankan ibadah sesuai anjuran ustaz. Setiap hari saya solat Hajat semata-mata agar ALLAH SWT melimpahkan rezeki yang cukup. Namun, sampai saat ini saya masih saja miskin,'' keluh si pemuda.

''Teruskanlah dan jangan berhenti, ALLAH selalu mendengar doamu. Suatu saat nanti pasti ALLAH mengabulkannya. Bersabarlah !'' Jawab si ustaz.

''Bagaimana saya nak bersabar, kalau semua harga barang makin naik! Sementara saya masih juga belum mendapat rezeki yang memadai. Bagaimana saya bole memenuhi keperluan hidup ?''

''Ya tentu saja tetap dari ALLAH , pokoknya sabar, pasti ada jalan keluarnya. Teruslah beribadah.''

''Percuma saja ustaz. Setiap hari solat lima waktu, solat Hajat, solat Dhuha, tapi ALLAH belum juga mengabulkan permohonan saya. Lebih baik saya berhenti saja beribadah.'' jawab pemuda itu dengan kesal.

''Kalau begitu, ya sudah. Pulang saja. Semoga ALLAH segera menjawab permintaanmu, '' sambu ustaz dengan pantas.

Pemuda itu pun pulang. Rasa kesal masih menghantui hatinya hingga tiba di rumah. Ia kemudian memikirkan tak habis-habisnya hingga tertidur di kursi serambi.

Dalam tidur itu, ia bermimpi masuk ke dalam istana yg sangat luas, berlantaikan emas murni, dihiasi dengan lampu-lampu terbuat dari intan permata. Bahkan beribu wanita cantik jelita menyambutnya. Seorang permaisuri yang sangat cantik dan bercahaya mendekati si pemuda.

''Anda siapa ?'' tanya pemuda.

''Akulah pendampingmu di hari akhirat nanti.''

''Ohh... lalu ini istana siapa ?''

''Ini istanamu, dari ALLAH . Kerana pekerjaan ibadahmu di dunia.''

''Ohh... dan taman-taman yang sangat indah ini juga punya saya ?''

''Betul!''

''Lautan madu, lautan susu, dan lautan permata juga milik saya ?''

''Betul sekali.''

Si pemuda begitu mengkagumi keindahan suasana syurga yang sangat menawan dan tak tertandingi. Namun, tiba-tiba ia terbangun dan mimpi itu pun hilang. Tak disangka, ia melihat tujuh mutiara sebesar telur ayam. Betapa senang hati pemuda itu dan ingin menjual mutiara-mutiara tersebut. Ia pun menemui ustaz sebelum pergi ke tempat penjualan mutiara.

''Ustaz, setelah bermimpi saya mendapati tujuh mutiara yang sangat indah ini. Akhirnya Allah menjawab doa saya syukur Alhamdulillah,'' kata pemuda penuh keriangan.

“Alhamdulillah. Tapi perlu kamu ketahui bahwa tujuh mutiara itu adalah pahala-pahala ibadah yang kamu jalankan selama 3 tahun lalu.'
'
''Ini pahala-pahala saya ?? Lalu bagaimana dengan syurga saya Ustaz ?''

''Tidak ada, kerana ALLAH sudah membayar semua pekerjaan ibadahmu. Mudah-mudahan kamu bahagia di dunia ini dengan tujuh mutiara itu kamu boleh menjadi jutawan, hartwaan.'

''Ya ALLAH , aku tak nak mutiara-mutiara ini. Lebih baik aku miskin di dunia ini daripada miskin di akhirat nanti. Ya ALLAH kumpulkan kembali mutiara-mutiara ini dengan amalan ibadah lainnya sampai aku meninggal nanti,'' ujar pemuda itu sedih.

Tujuh mutiara yang berada di depannya itu hilang seketika. Ia berjanji tak akan mengeluh dan menjalani ibadah lebih baik lagi demi kekayaan akhirat kelak.

***Sahabat yang dikasihi mengertila seandainya doamu belum dimakbulkan Allah, bukan Allah tidak mendengarnya tetapi DIA lebih tahu yg terbaik untuk kita. Jika tidak di dunia yg Fana ini insyaAllah di akhirat sana..Ingatlah Allah tidak pernah sesekali menganiaya kita.Janji ALLAH ttp benar. Yakinla padaNya.
InsyaALLAH, semoga kita mendapat mardhotilah/keredhaan ALLAH sekaligus mengapai JannahNYa.

Kisah Nenek Pemungut Daun.


Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan. Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya.

Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya. Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang.

Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah isapukan sebelum kedatangannya. Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya. "Jika kalian kasihan kepadaku," kata nenek itu, "Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya."

Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa. Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu. Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat: pertama, hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya; kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup. Sekarang ia sudah meniggal dunia, dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu.

"Saya ini perempuan bodoh, pak Kiai," tuturnya. "Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan salawat kepadanya."

Kisah ini saya dengar dari Kiai Madura, D. Zawawi Imran, membuat bulu kuduk saya merinding. Perempuan tua dari kampung itu bukan saja mengungkapkan cinta Rasul dalam bentuknya yang tulus. Ia juga menunjukkan kerendahan hati, kehinaan diri, dan keterbatasan amal dihadapan ALLAH SWT. Lebih dari itu, ia juga memiliki kesadaran spiritual yang luhur: Ia tidak dapat mengandalkan amalnya. Ia sangat bergantung pada rahmat ALLAH. Dan siapa lagi yang menjadi rahmat semua alam selain Rasululloh saw ?

-------------------
Semoga kisah ini menjadikan kita semakin mencintai Nabi Muhammad, Rosululloh saw......ALLAHUMMA SALLI ALA MUHAMMAD, WA'ALA ALI MUHAMMAD
SALAM ISRAK MIKRAJ SEMUA

Sumber : buku "Rindu Rosul"

SUARA YANG DIDENGAR MAYAT...


# Cukuplah maut sebagai pelajaran (guru) dan keyakinan sebagai kekayaan. (HR. Ath-Thabrani)

# Perbanyaklah mengingat kematian. Seorang hamba yang banyak mengingat mati maka ALLAH akan menghidupkan hatinya dan diringankan baginya akan sakitnya kematian. (HR. Ad-Dailami)
---
# Yang Akan Ikut Mayat Adalah Tiga:
Keluarga, Hartanya, Dan Amalnya.

Ada Dua Yang Kembali Dan Satu Tinggal Bersamanya;
Keluarga Dan Hartanya Akan Kembali Sementara Amalnya Akan Tinggal Bersamanya.

# Ketika Roh Meninggalkan Jasad...
Terdengar Suara Dari Langit Memekik,
"Wahai Fulan Anak Si Fulan..
Apakah Kau Yang Telah Meninggalkan Dunia,
Atau Dunia Yang Meninggalkanmu
Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Harta Kekayaan,
Atau Kekayaan Yang Telah Menumpukmu
Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Dunia,
Atau Dunia Yang Telah Menumpukmu
Apakah Kau Yang Telah Mengubur Dunia,
Atau Dunia Yang Telah Menguburmu."

# Ketika Mayat Tergeletak Akan Dimandikan....
Terdengar Dari Langit Suara Memekik,
"Wahai Fulan Anak Si Fulan...
Mana Badanmu Yang Dahulunya Kuat
Mengapa Kini Terkulai Lemah
Mana Lisanmu Yang Dahulunya Fasih
Mengapa Kini Bungkam Tak Bersuara
Mana Telingamu Yang Dahulunya Mendengar
Mengapa Kini Tuli Dari Seribu Bahasa
Mana Sahabat-Sahabatmu Yang Dahulunya Setia
Mengapa Kini Raib Tak Bersuara

# Ketika Mayat Siap Dikafan...
Suara Dari Langit Terdengar Memekik,
"Wahai Fulan Anak Si Fulan
Berbahagialah Apabila Kau Bersahabat Dengan Ridha ALLAH
Celakalah Apabila Kau Bersahabat Dengan Murka ALLAH
Wahai Fulan Anak Si Fulan...
Kini Kau Tengah Berada Dalam Sebuah Perjalanan
Nun Jauh Tanpa Bekal
Kau Telah Keluar Dari Rumahmu
Dan Tidak Akan Kembali Selamanya
Kini Kau Tengah Safar Pada Sebuah Tujuan Yang Penuh Pertanyaan."

# Ketika Mayat Diusung....
Terdengar Dari Langit Suara Memekik,
"Wahai Fulan Anak Si Fulan..
Berbahagialah Apabila Amalmu Adalah Kebajikan
Berbahagialah Apabila Matimu Diawali Tobat
Berbahagialah Apabila Hidupmu Penuh Dengan Taat."

# Ketika Mayat Siap Dishalatkan....
Terdengar Dari Langit Suara Memekik,
"Wahai Fulan Anak Si Fulan..
Setiap Pekerjaan Yang Kau Lakukan Kelak Kau Lihat Hasilnya Di Akhirat
Apabila Baik Maka Kau Akan Melihatnya Baik
Apabila Buruk, Kau Akan Melihatnya Buruk."

# Ketika Mayat Dibaringkan Di Liang Lahat....
Terdengar Suara Memekik Dari Langit,
"Wahai Fulan Anak Si Fulan...
Apa Yang Telah Kau Siapkan Dari Rumahmu Yang Luas Di Dunia
Untuk Kehidupan Yang Penuh Gelap Gulita Di Sini
Wahai Fulan Anak Si Fulan...
Dahulu Kau Tertawa Kini Dalam Perutku Kau Menangis
Dahulu Kau Bergembira Kini Dalam Perutku Kau Berduka
Dahulu Kau Bertutur Kata Kini Dalam Perutku Kau Bungkam Seribu Bahasa."

# Ketika Semua Manusia Meninggalkannya Sendirian....
ALLAH Berkata Kepadanya, "Wahai Hamba-KU.....
Kini Kau Tinggal Seorang Diri Tiada Teman Dan Tiada Kerabat Di Sebuah Tempat Kecil, Sempit Dan Gelap..
Mereka Pergi Meninggalkanmu Seorang Diri Padahal, Karena Mereka Kau Pernah Langgar Perintah-KU
Hari Ini,.... Akan AKU tunjukan Kepadamu Kasih Sayang-KU Yang Akan Takjub Seisi Alam
AKU Akan Menyayangimu Lebih Dari Kasih Sayang Seorang Ibu Pada Anaknya.

# Kepada Jiwa-Jiwa Yang Tenang ALLAH Berfirman,...
"Wahai Jiwa Yang Tenang Kembalilah Kepada Tuhanmu Dengan Hati Yang Puas Lagi Diridhai-NYA
Maka Masuklah Ke Dalam Jamaah Hamba-Hamba-KU Dan Masuklah Ke Dalam Jannah-KU

=============

http://nowkirin.blogspot.com/2010/suara-yang-didengar-mayat.html

JENAZAH BERUBAH MENJADI BABI HUTAN


Seorang anak mendatangi Rasulullah sambil menangis. Peristiwa itu sangat mengharukan Rasulullah S.A.W yang sedang duduk bersama-sama sahabat yang lain.


"Mengapa engkau menangis wahai anakku ?" tanya Rasulullah. "Ayahku telah meninggal tetapi tiada seorang pun yang datang melawat. Aku tidak mempunyai kain kafan, siapa yang akan memakamkan ayahku dan siapa pula yang akan memandikannya ?" Tanya anak itu.

Segeralah Rasulullah memerintahkan Abu Bakar dan Umar untuk menjenguk jenazah itu. Betapa terperanjatnya Abu Bakar dan Umar, mayat itu berubah menjadi seekor babi hutan. Kedua sahabat itu lalu segera kembali melapor kepada Rasulullah S.A.W.

Maka datanglah sendiri Rasulullah S.A.W ke rumah anak itu. Didoakan kepada ALLAH sehingga babi hutan itu kembali berubah menjadi jenazah manusia. Kemudian Nabi menyembahyangkannya dan meminta sahabat untuk memakamkannya. Betapa hairannya para sahabat, ketika jenazah itu akan dimakamkan berubah kembali menjadi babi hutan.

Melihat kejadian itu, Rasulullah menanyakan anak itu apa yang dikerjakan oleh ayahnya selama hidupnya.
"Ayahku tidak pernah mengerjakan sholat selama hidupnya," jawab anak itu. Kemudian Rasulullah bersabda kepada para sahabatnya, "Para sahabat, lihatlah sendiri. Begitulah akibatnya bila orang meninggalkan sholat selama hidupnya. Ia akan menjadi babi hutan di hari kiamat."

=============
Sumber : 1001 kisah Islam

SANG KELELAWAR....


Pagi itu, matahari begitu indahnya menerobos dedaunan sebatang pohon di sebuah dusun pinggir kota. Tampak seorang anak dengan kecil berjalan dengan seorang setengah baya menuju pematang sawah. Ketika mereka berjalan melintasi pohon tersebut, tiba-tiba seperti terkejut beberapa ekor kelalawar berterbangan tidak tentu arah. Rupanya kelalawar itu terkejut karena lewatnya dua orang anak manusia yang sedang lewat dekat mereka lagi tidur. Kelalawar terbang kesana-kemari tidak tentu arah.

Ternyata sinar matahari telah mengacaukan penglihatan mereka. Sang anak menyaksikan kejadian aneh itu, bertanya pada Bapaknya : “Pak, mengapa para kelalawar itu terbang tidak tentu arah? Bahkan ada yang menabrak pohon tempat mereka tidur. Bukankah penglihatan kelalawar itu tajam dan jeli ? Bahkan di tempat yang gelap pun mereka bisa terbang dengan cepat dan lancar. Tetapi kenapa sekarang mereka tidak bisa melihat benda-benda yang ada di depannya ?

Sang Bapak menjawab “Nak mereka itu adalah binatang malam. Justru penglihatan mereka lebih jelas ketika hari telah malam. Justru pada hari yang terang benderang penglihatan mereka jadi kabur, bahkan tidak bisa melihat lagi”.

“Ah… kenapa binatang itu aneh Pak, pada hari gelap mereka bisa melihat sedang hari terang mereka justru tidak bisa melihat ?”

“Nak, saya pernah mendengar kata Ustadz, katanya kelalawar itu sengaja diciptakan oleh ALLAH agar manusia bisa mengambil pelajaran darinya. Betapa banyak manusia buta dan tidak bisa melihat, saat justru mereka dalam keadaan terang benderang. Ketika sehat, ketika banyak rezekinya, ketika keluarganya gembira, ketika naik jabatan, ketika ilmunya meningkat……Justru .... saat itu mereka tidak bisa melihat kelebihan yang ada pada dirinya. Itulah saat-saat terang benderang bagi mereka, tetapi mereka tidak bisa merasakan hal itu. Tetapi ketika mereka sedang sakit, sedang tertimpa musibah, ketika rezeki sedang turun, ketika sedang
gelap ……. Barulah tampak nikmat ALLAH yang begitu besar.

Anakku itulah gambaran keadaan manusia. Ketika musibah menimpa, baru tampak nilai hidup sesungguhnya. Hanya orang yang bersikap hati-hati sajalah yang terpelihara dari hal semacam itu. Karenanya mumpung kita masih sehat, mumpung masih ada kesempatan, mumpung masih ada kelebihan rezeki, marilah kita berbuat sebaik mungkin. Manfaatkan waktu kita untuk berbuat baik bagi orang lain. Insya ALLAH, ALLAH akan meredhai perjalanan hidup kita….. amin. ”.

Jangan Meremehkan...


Beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Surabaya sedang berpergian naik pesawat menuju Jakarta. Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur. Si pemuda menyapa dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan.

”Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?” tanya si pemuda. “Oh… saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” ke Singapore nengokin anak saya yang ke dua”, jawab ibu itu. ”Wah… hebat sekali putra ibu” pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak.

Pemuda itu merenung. Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda itu melanjutkan pertanyaannya. ”Kalau saya tidak salah ,anak yang di Singapore tadi, putra yang kedua ibu ya...? Bagaimana dengan kakak adik-adik nya...?” Oh ya tentu ”si Ibu bercerita: ”Anak saya yang ketiga seorang dokter di Malang, yang keempat kerja di perkebunan besar di Lampung, yang kelima menjadi arsitek di perusahaan konstruksi di Jakarta, yang keenam menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, yang ke tujuh menjadi Dosen di Semarang.”

Pemuda tadi diam, ia berkata dalam hati: "hebat sekali ibu ini..., bisa mendidik anak-anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh...”
Yang menjadi pertanyaan si pemuda itu adalah..., bagaimana dengan anak pertamanya...? dengan keberanian yang dipaksakan si pemuda itupun bertanya: "Terus bagaimana dengan anak pertama ibu...?" Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab: ”anak saya yang pertama menjadi petani di Godean (Jogja) nak... Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar... dan dia hanyalah seorang penjaga Surau (masjid kecil)”

Pemuda itu segera menyahut, “Maaf ya Bu... kalau ibu agak kecewa dengan anak pertama ibu..., adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedang dia hanya menjadi……...“

Sebelum pemuda itu melanjutkan perkataannya, si Ibu itu memotongnya dengan tersenyum... lalu ibu itu menjawab, ”Oh... tidak begitu nak... Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya..., karena semenjak suami saya meninggal... dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani...”

========
SUBHANALLAH....
Kita tdk boleh memandang enteng sesuatu yg tampaknya kecil, bila ALLAH SWT, menghendaki.. justru dr yg kelihatannya kecil itulah, akan lahir hal2 yg besar......... Smoga bermanfaat... Amiin

Kekuatan Cinta.....!


Seorang anak terlahir normal, tanpa cacat sedikit pun. Proses kelahirannya berlangsung normal, tanpa operasi caesar. Tetapi proses panjang selama sembilan bulan sebelum melahirkan itulah yang tidak normal. Bahkan, jika bukan karena kuasa ALLAH, takkan pernah terjadi sebuah kelahiran yang me...nakjubkan ini.

Pekan pertama setelah mengetahui bahwa dirinya positif hamil, Sinta mengaku kaget bercampur haru. Perasaan yang luar biasa menghinggapi seisi hidupnya, sepanjang hari-harinya setelah itu. Betapa tidak, sekian tahun lamanya ia menunggu kehamilan, ia teramat merindui kehadiran buah hati penyejuk jiwa di rumah tangganya. Dan kenyataannya, ALLAH menanamkan sebentuk amanah dalam rahimnya.

Sinta pun tersenyum gembira. Namun kebahagiaan Sinta hanya berlangsung sesaat, tak lebih dari dua pekan ia menikmati hari-hari indahnya, ia jatuh sakit. Dokter yang merawatnya tak bisa mendiagnosa sakit yang diderita Sinta. Makin lama, sakitnya bertambah parah, sementara janin yang berada dalam kandungannya pun ikut berpengaruh. Satu bulan kemudian, Sinta tak kunjung sembuh, bahkan kondisinya bertambah parah.

Dokter mengatakan, pasiennya belum kuat untuk hamil sehingga ada kemungkinan jalan untuk kesembuhan dengan cara menggugurkan kandungannya. Sinta yang mendengar rencana dokter, langsung berkata "tidak". Ia rela melakukan apa pun untuk kelahiran bayinya, meski pun harus mati. "bukankah seorang ibu yang meninggal saat melahirkan sama dengan mati syahid ?" ujarnya menguatkan tekad. Suaminya dan dokter pun sepakat menyerah dengan keputusan Sinta.

Walau mereka sudah membujuknya dengan kalimat, "kalau kamu sehat, kamu bisa hamil lagi nanti dan melahirkan anak sebanyak kamu mau". Namun Sinta tak bergeming. Janin itu pun tetap bersemayam di rahimnya. Waktu terus berjalan, memasuki bulan ketiga, Sinta mengalami penurunan stamina. Keluarga sudah menangis melihat kondisinya, tak sanggup melihat penderitaan Sinta.

Tak lama kemudian, dokter menyatakan Sinta dalam keadaan kritis. Tidak ada jalan lain, janin yang sudah berusia hampir empat bulan pun harus segera dikeluarkan demi menyelamatkan sang bunda. Dalam keadaan kritis, rupanya Sinta tahu rencana dokter dan keluarganya. Ia pun bersikeras mempertahankan bayinya. "Ia berhak hidup, biar saya saja yang mati untuknya". Sinta pun memohon kepada suaminya untuk mengabulkan keinginannya ini. "Mungkin saja ini permintaan terakhir saya Mas, biarkan saya meninggal dengan tenang setelah melahirkan nanti. Yang penting saya bisa melihatnya terlahir ke dunia," luluhlah sang suami.

Pengguguran kandungan pun batal. Bulan berikutnya, kesehatan Sinta tak berangsur pulih. Di bulan ke enam kehamilannya, ia drop, dan dinyatakan koma. Satu rumah dan dua mobil sudah habis terjual untuk biaya rumah sakit

Sinta selama sekian bulan. Saat itu, suami dan keluarganya sudah nyaris menyerah. Dokter dan pihak rumah sakit sudah menyodorkan surat untuk ditandatangani suami Sinta, berupa surat izin untuk menggugurkan kandungan. Seluruh keluarga sudah setuju, bahkan mereka sudah ikhlas jika ALLAH berkehendak terbaik untuk Sinta dan bayinya. Seorang bunda memang selalu luar biasa. Tidak ada yang mampu menandingi cintanya, dan kekuatan cinta itu yang membuatnya bertahan selama enam bulan masa kehamilannya.

Maha Suci ALLAH yang berkenan menunjukkan kekuatan cinta sang bunda melalui Sinta, menjelang sang suami menandatangani surat izin pengguguran, Sinta mengigau dalam komanya. "Jangan, jangan gugurkan bayi saya. Ia akan hidup, begitu juga saya" Kemudian ia tertidur lagi dalam komanya. Air mata meleleh dari pelupuk mata sang suami. Ia sangat menyayangi isteri dan calon anaknya.

Surat pun urung ditandatanganinya, karena jauh dari rasa iba melihat penderitaan isterinya, ia pun sangat memimpikan bisa segera menggendong buah hatinya. Boleh jadi, kekuatan cinta dari suami dan isteri ini kepada calon anaknya yang membuat ALLAH tersenyum. ALLAH Maha Kuasa. Ia berkehendak tetap membuat hidup bayi dalam kandungan Sinta meski sang bunda dalam keadaan koma. Bahkan, setelah hampir tiga bulan, Sinta tersadar dari komanya.

Hanya beberapa hari menjelang waktu melahirkan yang dijadwalkan. Ada kekuatan luar biasa yang bermain dalam episode cinta seorang Sinta. Kekuatan ALLAH dan kekuatan cinta sang bunda. Bayi itu pun terlahir dengan selamat dan normal, tanpa cacat, tanpa operasi caesar. "Mungkin ini bayi termahal yang pernah dilahirkan. Terima kasih ALLAH, saya tak pernah membayangkan bisa melewati semua ini," ujar Sinta menutup kisahnya.

SUBHANALLAH

http://migas-indonesia.net

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...