Aamiin Ya Rabbal Aalamiin

''..DOSA LAGI TAUBAT LAGI..''


''..DOSA LAGI TAUBAT LAGI..''

Seorang pemuda yang terjerumus dalam maksiat, ia menyesal, bertaubat dan tidak
mau mengulanginya lagi. Akan tetapi,kemudian maksiat lagi, menyesal lagi,
bertaubat lagi, dan tidak ingin
mengulanginya lagi... dan demikian seterusnya... .

Dan pada saat itu, terbersit
pertanyaan dalam hatinya,
''APAKAH AKU MASIH BOLEH BERTAUBAT LAGI?''

Pertanyaan tersebut sengaja dihembuskan oleh setan, makhluk durjana ini sengaja
memanfaatkan celah kebimbangan pemuda itu untuk menggoda agar ia berhenti taubat.
Akibatnya, ia menjadi orang yang tidak sanggup melawan nafsunya.

Jika ia mau berfikir dengan bijak, ia akan mengatakan, ''DOSA YANG PERTAMA TELAH BERLALU DAN AKU TELAH MELAKUKANNYA.
SEKARANG ADA DOSA LAIN, MAKA AKU PUN HARUS BERTAUBAT LAGI DARINYA. LEBIH BAIK AKU MATI DALAM KEADAAN BERTAUBAT DARIPADA MATI DALAM
KEADAAN TERUS-MENERUS BERBUAT DOSA''.

Terdapat hadits Rosululloh Shollallohu 'Alaihi Wasallam_ yang memperkuat hal ini,yang terdapat dalam Shohih Bukhori dan Muslim dari Abu Huroiroh rodhiyallohu
anh , bahwa Rosululloh Shollallohu 'Alaihi Wasallam bersabda :
''Sesungguhnya ada seorang hamba yang terjerumus dalam dosa (berbuat dosa), lalu ia berkata, ''Wahai Robbku, aku telah terjerumus dalam dosa (berbuat dosa),
ampunilah aku''. Robbnya menjawab,''Apakah hamba-Ku mengetahui bahwa ia
memiliki Robb Yang Maha Mengampuni dosa dan akan menyiksa hamba-Nya?
Ketahuilah, Aku telah mengampuninya''.
Kemudian ia berhenti sesuai yang Alloh kehendaki. Lalu ia terjerumus lagi ke dalam
dosa (berbuat dosa). Lalu ia berkata, ''Wahai Robbku, aku telah terjerumus dalam dosa
(berbuat dosa) yang lain, ampunilah aku''.
Robbnya menjawab, ''Apakah hamba-Ku mengetahui bahwa ia memiliki Robb Yang
Maha Mengampuni dosa dan akan menyiksa hamba-Nya? Ketahuilah, Aku telah mengampuninya''.
Kemudian ia berhenti sesuai yang Alloh kehendaki. Lalu
ia terjerumus lagi ke dalam dosa (berbuat dosa). Lalu ia berkata, ''Wahai Robbku, aku
telah terjerumus dalam dosa (berbuat dosa)yang lain, ampunilah aku''. Robbnya
menjawab, ''Apakah hamba-Ku mengetahui bahwa ia memiliki Robb Yang Maha
Mengampuni dosa dan akan menyiksa hamba-Nya? Ketahuilah, Aku telah mengampuninya''.Ini disebut tiga kali. Robb menambahkan, ''Lakukanlah semau dia''.
(HR. Bukhori no. 7507 dan Muslim no. 2758)

Dari 'Uqbah bin Amir rodhiyallohu 'anh : ''sesungguhnya seorang menemui Nabi Shollallohu 'Alaihi Wasallam dan
berkata :''Ya Rosululloh, salah seorang dari kami telah berbuat dosa, tetapi ia memohon ampun dan bertaubat dari dosanya itu''.
Rosululloh Shollallohu 'Alaihi Wasallam bersabda :
''Dosanya diampuni dan taubatnya diterima''
Orang tadi berkata, ''Ia melakukan dosa lagi''. Beliau Shollallohu 'Alaihi Wasallam
bersabda :
''Itu akan dicatat''.
Orang tadi berkata lagi, ''Tetapi kemudian ia memohon ampun dan bertaubat dari dosanya itu''. Beliau _hollallohu 'Alaihi
Wasallam_ bersabda :
''Dosanya diampuni dan taubatnya diterima''.
Orang tadi berkata, ''Tetapi kembali ia melakukan dosa''. Beliau Shollallohu 'Alaihi
Wasallam_bersabda :
''Itu akan dicatat dan Alloh tidak akan bosan sampai kalian yang bosan sendiri'' . {HR. Al-Hakim IV/285}

Kholifah Umar bin 'Abdul 'Aziz rodhiyallohu'anhu pernah mengatakan dalam sebuah
ceramahnya : ''Wahai manusia! Barangsiapa
yang merasa tersiksa karena suatu dosa yang telah ia lakukan, hendaklah ia
memohon ampunan kepada Alloh dan bertaubat. Dan jika ia masih mengulangi dosanya, hendaklah tetap ia memohon ampunan kepada Alloh dan bertaubat.
Sungguh hal itu adalah kesalahan-kesalahan yang memang lazim dilakukan
manusia.

DAN SESUNGGUHNYA TERJADI KEHANCURAN DISEBABKAN TERUS-MENERUS DALAM MELAKUKAN DOSA''

Dan ingatlah firman Alloh Subhanahu Wa
Ta'ala yang berbunyi :
''Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri , mereka ingat akan Alloh, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapatmengampuni dosa selain dari pada
Alloh? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui''. (QS Ali Imron : 135)

Asy-Syaikh Muhammad bin 'Abdulloh ad-Duwaisy..

Semoga Bermanfaat


3 share with mummy:

Anonymous said...

sngat2 bermafaat..thanks..,

Taqiy Uddin said...

Syukron ya ustadz

Taqiy Uddin said...

Syukron ya ustaz *^▁^*

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...